Jumat, 21 Maret 2014

Yuk Mengenal Bahan Makanan Pokok di Indonesia


KOMPAS.com — Salah satu ciri khas masakan Indonesia adalah kaya bumbu dan bahan makanan pokok yang menggugah selera. Seperti dikutip dari fiestaseafood.com/sealicious, berikut beberapa bahan makanan pokok yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Beras
Tentu Anda tidak memerlukan penjelasan terlalu banyak mengenai bahan makanan pokok yang satu ini. Beras adalah bahan mentah dari nasi. Beras diolah dengan cara ditanak atau dikukus. Selain dikonsumsi masyarakat Indonesia, beras juga menjadi bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Asia.
Nasi juga dapat diolah lagi bersama bahan makanan lain, menjadi masakan baru, yakni nasi goreng, nasi kuning, dan nasi kebuli. Sebagai sumber nutrisi, beras sebanyak 100 gr mengandung 78,3 gr karbohidrat, 7,6 gr protein, 1,1 gr lemak, dan vitamin B1.
Jagung
Walaupun pada era sekarang jagung lebih banyak digolongkan sebagai sayur, camilan, dan diolah menjadi lauk, masyarakat di masa lalu menggunakannya sebagai bahan pangan pokok. Nilai gizi yang dikandungnya pun tidak kalah dengan nasi. Dalam 100 gram jagung terdapat 355 kalori, 9,2 gram protein, 73,7 karbohidrat, dan nutrisi-nutrisi bermanfaat lainnya.
Sagu
Bahan pangan ini merupakan sumber energi yang setara dengan beras, jagung, singkong, kentang, dan tepung terigu. Dalam 100 gramnya, sagu memiliki 84,7 gram karbohidrat. Sayangnya, kandungan protein yang dimilikinya sangat sedikit, sebesar 0,7 gram dalam tiap 100 gramnya.
Karena potensi gizi sagu yang tidak selengkap dan sebaik makanan pokok lainnya, sebaiknya sagu dikonsumsi bersama bahan lain dengan kadar gizi yang lebih baik. Konsep diversifikasi konsumsi pangan seperti itulah yang telah dipraktikkan oleh masyarakat tradisional Maluku dan Papua. Umumnya, mereka mengombinasikan sagu dengan ikan dan sayuran lainnya.

Editor :Syafrina Syaaf

sumber : 
http://female.kompas.com/read/2014/03/19/1857273/Yuk.Mengenal.Bahan.Makanan.Pokok.di.Indonesia

Kamis, 20 Maret 2014

SRI Part 2: Konco Wingking


Pak Wuryanto beserta istri bergotong royong dalam menjemur gabah. sepintas apakah ini rutinitas? pamer kemesraan biar romantis seperti anak muda? atau tidak sengaja? ternyata ini erat kaitannya dengan kearifan lokal yang hidup di daerah Desa Ringgit.
Istilah Konco Wingking adalah posisi dimana wanita merupakan teman atau pendamping pria yang selalu dijadikan tempat konsultasi dalam menentukan arah kehidupan keluarga, ekonomi, karir, dan pendukung spiritual suami dalam memutuskan sesuatu.

Selasa, 18 Maret 2014

Lidah Tak Bertulang dan Lebih Tajam dari Pedang

tanpa kita sadari, setiap hari selalu saja ada yang perlu dikemontari. apapun  itu, tanpa pandang bulu masukan selalu ada. Bahkan, fitnah dan bumbu segar selalu menemani kata-kata kiasan untuk menilai pribadi manusia. perlu disadari kita sebagai individu memiliki banyak kekurangan yang menjadikan itu bahan pembicaraan, tapi bukan berarti kita jadi Parno atau merasa terkucilkan, ataupu terusilkan, justru itu point plus jika kita berhasil mengatasinya dengan kontrol emosi dan membalas dengan tindakan yang dikutip dari komentar mereka. 
Saran yang baik adalah banyaklah konsumsi air putih, semoga itu jadi pendingin suasana panas kuping, telinga, dan hati.

Senin, 17 Maret 2014

SRI Part 1: Desa Ringgit ada Cerita

Purworejo, 13/03/2014
Pertanian Tanaman Padi organik dengan metode tanam SRI merupakan inovasi yang membuat petani lebih kritis, bermartabat dan berbasis pada pengetahuan tanaman. Tidak ada  yang tahu sampai sebatas mana inovasi dapat diredam. bukan berarti bom waktu, tapi lebih dari sekedar para pelaku ekonomi yang menjadi lebih memilih untuk menjadi pintar dengan pikiran yang menyokong otot. 
Politik pertanian pun menjadi ajang tersendiri dalam mendatangkan motivasi petani itu sendiri. terlepas dari itu, mari buat politik yang bermartabat dalam memajukan pertanian Indonesia di sektor pangan. Menjadi dilema bahwa sebenarnya ketiadaan lahan pertanian, membuat parah buruh tani tetap merasa sama dan menjadi dilema yang sama seperti zaman kolonial. 

mengenang FTI UKSW 2004

Tahun 2004 merupakan tahun kelulusan SMU, dimana fase berikutnya telah menunggu, yaitu perkuliahan. walaupun sudah kerja keras tapi tetap saja kegagalan yang didapat. itu hanyalah sebagai awal dari kehidupan dalam pendidikan yang bernama Universitas. Siap mental, Siap fisik dan siap pikiran yang dilengkapi oleh hati.
1 Semester sangat berarti d FTI UKSW, banyak materi yang dipelajari dari Sistem sampai yang namanya Informasi, yaitu hasil sesungguhnya dari tahapan sistem. Debat dengan asisten dosen mengenai bahasa C dalam pembuatan Kalkulator, hingga masalah asmara dengan Asisten dosen Kalkulus berinisial GT. hahaha sangat gila rasanya melalui hal tersebut, dimana tekanan sangat berbeda dengan mahasiswa lain yang masih lengkap orang tuanya.
wow... saat ini Angkatan 2006 FTI pun menyapa, entah kenapa saya akrab dengan kalangan 2006. 2 tahun lebih muda tapi serasa seumur, tidak ada batas dalam menyampaikan informasi. walaupun akhirnya hengkang dengan memilih displin Ilmu Ekonomi berbasis Riset, kebersamaan kami dalam reuni tanggal 16/03/2014 sangat hangat dalam persaudaraan satu almamater. jaya terus dalam karir kita semua mendoakan. terutama bagi benny yang baru lulus, dimana kelulusannya membawa kami untuk bisa berkumpul lagi.